Viewing phenomenons from other side

Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2019

MENELAAH SEJUMLAH BUKTI KENAKALAN KOCHENG OREN! TERNYATA...


Gambaran kocheng oren yang tersinggung karena dianggep nakal
Dari sejak jaman Fir’aun masih ngelap ingus sampe Fir’aun buka warnet, kita semua sepakat bahwa kucing paling nakal ya kucing garong. Kucing garong selalu jadi terduga sejumlah kasus pencurian. Mulai dari ikan teri, ikan asin, lele, dan sejumlah ikan yang niqmad dan lezad lainnya. Tapi kalo sahabat Cakrawala memperhatikan, belakangan ini muncul kecurigaan serupa ke kucing yang berwarna orange/kuning terang yang saat ini kita kenal dengan spesies baru bernama Kocheng Oren. Kocheng oren dianggap lebih liar, nakal, brutal, membuat semua orang menjadi gempar (kalo baca nya sambil nyanyi, berarti kamu tua).

Yups, fenomena kocheng oren yang lagi heboh ini emang sulit dicerna akal. Soalnya, bagi kita yang nggak merhatiin ya semua kucing ya sama aja. Tapi ada sejumlah testimony dari masyarakat yang mengarahkan kita ke satu kesimpulan, bahwa dunia perkucingan memang didominasi oleh kocheng oren. Terlepas dari warna orange nya sedikit, kocheng yang punya motif warna orange tetep dianggep nakal, agresif, iseng, jahil, kriminal dan sebagainya.
Share:

Kamis, 27 Juni 2019

JANGAN MAU JADI PNS! KARENA TERNYATA…

Di jaman yang serba canggih gini, semua orang pasti pengen kerjaan yang enak, nyantai, duduk-duduk seharian tapi dapet duit kayak jaga WC umum gitu. Semua orang pengen kemapanan dan kepastian. Iyalah, kamu aja butuh kepastian walau akhirnya ditinggal demi yang lebih baik dari kamu. Hiya hiya hiya!

Di jaman dulu, jaman orang tua yang lahir tahun 1960-1980an lah kira-kira, pilihan karir itu cuma sedikit. Antara jadi PNS (kecuali PNS guru) atau jadi dokter. Baru mulai tahun 1990an ke atas, orang tua mau anaknya jadi PNS guru karena PNS guru banyak banget tunangannya…eh, tunjangannya, serius! Mulai dari jaminan kesehatan, jaminan pensiun, tunjangan sertifikasi dan masih banyak lagi. Hoahahaha, ayo sahabat Cakrawala yang belom nikah, mulai rajin-rajin studi banding ke sekolah negeri yaaaa~ 
Share:

Selasa, 18 Juni 2019

ME AND PSIKIATER: SOLUSI EFEKTIF YANG DIANGGEP AIB

Konsultasi ke psikiater itu nggak salah kok!
Galau? Depresi? Stress? Pasti semua orang pernah ngerasain itu. Terutama sahabat Cakrawala yang berusia mulai dari remaja sampe dewasa. Penyebabnya sih banyak. Mulai dari masalah sekolah, kerjaan, diputusin pacar, dikejer utang, kalah maen game MOBA, diputusin pacar karena dikejer utang buat beli diamond demi jago di game MOBA dan masih banyak lainnya. Penyakit dan gangguan kejiwaan itu nggak pandang usia lho guys! Bisa aja kamu yang masih muda, kena gangguan kejiwaan. Bahkan, yang admin liat justru usia muda nih yang banyak kena gangguan jiwa. Mulai dari PTSD, Skizofrenia dan masih banyak lagi gangguan lainnya.

Lagi-lagi, penyebabnya pun beda-beda. Mulai dari beratnya tugas dan kurangnya sosialisasi sampe ke beragam sebab khusus kayak korban broken home dan salah gaul. Eiiitsss! Admin nggak cuma asal nulis lho! Nih admin kutip dari berita di CNN:
Share:

Kamis, 13 Juni 2019

BODY SHAMING: CARA BECANDA PALING NORAK SEALAM SEMESTA


Kamu pasti udah nggak asing sama istilah ini ‘kan? Kamu-kamu yang buka artikel ini setelah baca judulnya pasti kebanyakan korban body shaming ‘kaaan? Hayo ngakuuuu! Oke, buat sahabat Cakrawala yang belom tau nih, body shaming itu ujaran yang entah becanda atau serius, mengarah ke bentuk fisik seseorang. Sebagian besarnya sih, bernada negatif, ejekan atau hinaan. Berikut contoh-contohnya:
“Kok gendutan sekarang?”
“Ih anaknya gembul bangeeeet! Jadi pengen gendong mamanya”
“Kamu orang apa monas? Tinggi banget…gengsinya”
“Udah lama nggak ketemu, makin item aja lu”
Itu cuma beberapa contoh body shaming. Gimana sih rasanya kalo diomongin gitu? Mungkin niatnya becandaan sih, tapi kok nancep banget di hati ya? Padahal kan bisa diganti kalimatnya ya. Misalnya:
Share:

Sabtu, 08 Juni 2019

ALASAN SEDERHANA KENAPA GENERASI MUDA MALES KUMPUL KELUARGA


Hallo sahabat Cakrawala! Sebelumnya admin ucapkan minal aidin walfaidzin. Please sorry born and heart alias mohon maaf lahir dan batin. Wahaha, ngasal banget ya bahasa Inggrisnya. Nah, masih dalam suasana lebaran nih, pasti banyak ‘kan hal yang kalian tungguin dari lebaran? Mulai dari mudik, rendang, opor ayam emak, THR dan kumpul keluarga! Eh? Yang terakhir nggak termasuk? Kenapa gitu? Kok banyak banget ya sekarang generasi muda yang males ikut kumpul keluarga?

Di negara berflower dengan ribuan adat, tradisi dan budaya kayak Indonesia ini, ada aja budaya yang unik. Salah satunya mudik alias pulang kampung. Rakyat Indonesia yang emang sibuk, bahagia banget kalo udah waktunya lebaran karena bisa pulang kampung, libur dan ketemu keluarga. Mudik pun awalnya bertujuan untuk ketemu dan kumpul bareng keluarga. Tapi kenapa sih kok belakangan esensi mudik udah bukan lagi soal kumpul keluarga? Terutama buat generasi muda. Ternyata ini lho alasannya!
Share:

Senin, 03 Juni 2019

ANTARA BOCAH KECANDUAN GAME DAN ORANG TUA KECANDUAN SOCMED, MANA YANG LEBIH BERBAHAYA?


Apa kabar sahabat Cakrawala? Belakangan admin liat ada banyak banget kutipan yang mirip sama judul topik kita di atas. Kurang lebihnya gini “Lebih banyak orang tua dirusak socmed daripada anak-anak dirusak game online” bener nggak sih menurut kalian? Well, to be honest, admin juga belom nemu sih survey yang kredibel untuk tau kebenaran kutipan itu. Yang jelas, kali ini lagi-lagi admin bakal beropini sesuka hati, wahahaha! Mari kita awali dengan bismillah, semoga yang baca artikel ini langsung emosi nantinya.

Oke, kita mulai dari yang sederhana dulu. Anak-anak jaman sekarang emang doyan banget sama yang namanya maen game online. Bahkan, banyak di antara mereka yang udah gatau lagi permainan tradisional (anak 90an pasti tau permainan tradisional itu apa aja). Anak jaman sekarang cuma tau Mobile Legends, PUBG dan sebagainya. Mereka nggak tau asiknya main permainan jadul kayak petak umpet, bekel, atau yang lebih jadul lagi, nge-prank tentara Jepang dan Belanda. Lebih jadul lagi, kejar-kejaran sama T-Rex. Di sisi lain, orang tua juga mulai lebih doyan buka Facebook dan share artikel hoax di grup Whatsapp keluarga. Kalian yang tau itu hoax jadi bingung ‘kan? Mau diingetin ntar dibilang durhaka, nggak diingetin ya kadang kesel juga. Terus, jadi lebih berbahaya yang mana?
Share:

Categories

Tentang Kami

Sahabat Cakrawala

Recent Posts

Pages

Theme Support