Maryam Jameelah adalah seorang mualaf yang lahir pada tanggal 23 Mei 1934, di New York, Amerika Serikat. Dia berasal dari keluarga Yahudi Amerika yang dibesarkan di Westchester, kota kecil yang makmur di daerah kota pinggiran New York. Sebelum masuk Islam ia bernama Margaret Marcus. Ayahnya Herbert S. Marcus adalah seorang pengusaha, dia memanggil Margaret kecil dengan panggilan Peggy. Maryam Jameelah adalah seorang pemikir dari keluarga Yahudi yang dibesarkan dalam masyarakat multinasional, New York, di era gencarnya tuntutan emansipasi wanita di Barat.[1][1]
Maryam sejak kecil suka mendengarkan musik, khususnya musik simponi dan opera klasik. Dikelas dia selalu mendapat nilai tertinggi dalam pelajaran musik. Menariknya dia senang mendengarkan musik-musik Arab lewat radio. Suatu ketika dia meminta kepada ibunya dibelikan rekaman musik Arab di toko milik orang Suria yang ada di New York. Mungkin kesenangannya dengan musik membuat dia selalu haus mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Di masa kecilnya, dia biasa duduk di depan masjid New York menikmati lantunan tilawah Abdul Basit[2][2].
Maryam sejak kecil suka mendengarkan musik, khususnya musik simponi dan opera klasik. Dikelas dia selalu mendapat nilai tertinggi dalam pelajaran musik. Menariknya dia senang mendengarkan musik-musik Arab lewat radio. Suatu ketika dia meminta kepada ibunya dibelikan rekaman musik Arab di toko milik orang Suria yang ada di New York. Mungkin kesenangannya dengan musik membuat dia selalu haus mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Di masa kecilnya, dia biasa duduk di depan masjid New York menikmati lantunan tilawah Abdul Basit[2][2].







