Sex Education itu yaaaa, pendidikan seks. TAPI kalian salah besar kalo mikir pendidikan seks itu maksudnya hal-hal yang porno atau hal-hal yang jorok. Sex education atau pendidikan seks itu adalah pendidikan tentang bagian private atau bagian tubuh yang kita sebut kemaluan. Terus? Apa yang bisa dipelajari dari Sex Education? Banyak! Yuk kita ulas santai:
1. Seks bebas itu bahaya!
Salah satu tema penting yang pasti dipelajari kalo bahas Sex Education adalah bahaya seks bebas. Sex education ngajarin kita bahwa seks bebas berganti-ganti pasangan itu bener-bener nggak sehat dan berbahaya buat tubuh. Berbagai penyakit berbahaya yang nular bisa aja menjangkit tubuh kita. Ih amit amit deh! Admin sih nggak mau tubuh seksi admin ini terkena penyakit kelamin mulai dari kencing nanah sampe HIV/AIDS. Serreeeeem!

2. Premarital pregnancy, penyebab dan bahayanya Premarital pregnancy alias hamil di luar nikah. Banyak banget terjadi di kalangan remaja ya. Mulai dari SMP sampe SMA. Kok bisa? Ternyata ini justru karena remaja-remaja di Indonesia nggak tercukupi pengetahuan tentang Sex Education-nya! Banyak lho remaja di daerah pedalaman yang nggak tau bahwa seks bisa menyebabkan kehamilan. Ini nih fungsi sebenernya Sex Education, yaitu untuk ngasih tau kalo seks bisa beresiko menyebabkan kehamilan. Nggak cuma itu, remaja-remaja yang hamil di usia muda ini juga berpotensi “is dead” alias mokad alias modar karena ketidaksiapan fisik mereka menjalani kehamilan.
3. Sex Education itu alat pencegah pelecehan seksual lho! Heeee? Kok bisa? Iya bisa dong! Sex Education itu ternyata ada kategori usianya. Mulai dari usia dini, remaja, sampe dewasa. Ih, masa ngajarin sex ke anak usia dini? Eh, jangan salah dulu yaaa. Kata “sex” dalam bahasa Inggris berarti “kelamin”. Sehingga, Sex Education itu artinya pendidikan atau ilmu tentang kelaminnya. Jadi, anak-anak usia dini perlu diajarin tentang ini. Kenapa? Karena anak-anak usia 5-10 tahunan harus diajarin bahwa ada bagian-bagian tubuh mereka yang nggak boleh disentuh orang selain orang tuanya. Hal ini yang jarang diajarin dan jadi penyebab pelecehan seksual pada anak.

Pada usia belasan (kategori remaja), bagian-bagian tubuh mereka itu bahkan udah nggak boleh disentuh siapapun. Di kategori remaja juga diajarin soal penyebab kehamilan dan bahaya kehamilan usia remaja. Pada usia dewasa, penggunaan kontrasepsi sama pemahaman soal penyakit kelamin menular diajarin dengan lebih intense karena di usia dewasa itu yang paling beresiko. Cowok-cowok sok laku dan sok playboy itu mulai ngerasa bisa berkuasa sama cewek ya usia-usia segitu laaah. Sebaliknya, cewek-cewek lugu dan penasaran yang katanya rela ngelakuin apa aja demi cinta (preeet!) biasanya ada di berbagai kalangan usia. Jadi bahaya banget!
Nah, di atas itu tadi fungsi dan makna Sex Education yang sebenernya. Jadi Sex Education itu berperan penting buat ngancurin Indonesia kalo nggak diajarkan sejak dini ya gaes. Kalo ditanya kapan usia yang tepat buat ngajarin anak-anak tentang pendidikan seks, ya harus segera setelah anak-anak mulai bisa diajak ngobrol dan udah masuk usia sekolah. Kita nggak pernah tau bahaya apa aja yang nunggu adek-adek dan anak-anak kita di luar sana. So, jangan salah sangka sama Sex Education ya gaes! Sampai jumpa di postingan berikutnya!







0 komentar:
Posting Komentar